Goa Gong

Goa Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Donorejo, sekitar 140 km arah selatan kota Solo atau 30 km arah Barat Daya Kota Pacitan.

Dinamakan Goa Gong karena didalamnya terdapat sebuah batu yang jika dipukul akan menimbulkan bunyi seperti Gong yang ditabuh. Perjalanan menuju goa ini relatif mudah, dengan jalanan setapak yang sudah diperbaiki dengan baik.

Sepanjang jalan menuju Goa Gong akan melewati daerah perbukitan yang dengan goa-goa di dalamnya. Goa-goa di Pacitan ini pada umumnya terbentuk dari jenis batuan Karst, batu yang tampak hitam dan sangat keras.

Jangan membayangkan keadaan goa yang gelap dan menakutkan, karena saat masuk ke mulut goa yang sejauh 300 M, pengunjung akan menikmati goa Gong ini dengan nyaman.

Tidak benar-benar terang, tapi goa Gong di fasilitasi dengan cahaya lampu yang temaram di sepanjang jalan masuknya. Hal ini yang menjadikan goa Gong lain dari goa-goa yang lain di Pacitan.
Yang unik dari gua ini adalah bunyi mendengung seperti gong jika bebatuan di dalam gua dipukul. Mungkin karena itu juga, Gua Gong sempat dianggap angker sama masyarakat setempat karena sering terdengar bunyi gamelan, termasuk gong, di dalam gua ini.

Gua Gong awalnya ditemukan oleh 2 warga desa yang sedang mencari mata air di tahun 1924. Di dalamnya, kamu bisa menikmati kecantikan stalaktit dan stalakmit berwarna putih gading yang bercahaya kalau terkena sinar lampu. Selain itu, lampu-lampu sorot berwarna-warni juga menambah kesan artistik dari gua ini. Karena tempatnya yang memang sangat tertutup, temperatur di dalam gua juga lumayan panas dan lembab. Walaupun sudah disediakan kipas angin di dalam, tapi tetap saja udaranya yang pengap lumayan bikin gerah. Makanya jangan lupa untuk memakai pakaian yang sesuai dan tidak terlalu tebal kalau kamu datang ke sini ya