Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo berasal dari bahasa jawa. Gedong artinya adalah bangunan, dan Songo yang berarti Sembilan. Jadi, nama gedong songo berarti bangunan yang berjumlah Sembilan sesuai dengan jumlah yang ditemukan.

Kawasan yang berada di lereng Gunung Ungaran dengan ketinggian 1200mdpl ini adalah peninggalan Wangsa Syailendra pada abad ke- 9. Lebih tepatnya pada tahun 972 masehi. Candi ini lebih tepatnya dibangun pada abad ke 7 oleh Raja Mataram kuno, yaitu Putera Sanjaya.

Candi ini dibangun sebagai tujuan pemujaan terhadap para dewa. Oleh karena itu, tak heran bila di kompleks candi terdapat beberapa patung seperti siwa mahakala, siwa mahaguru, Ganesha dan beberapa patung dewa.

Selain itu, masyarakat sekitar percaya bila kawasan Candi Gedong Songo masih berhubungan erat dengan kisah pewayangan antara Hanoman dan Dasamuka. Selain itu, ada juga misteri yang terselubung dibalik kemegahan candi ini yaitu tentang salah satu tempat yang digunakan sebagai Ratu Sima untuk bersemedi.

Warga pun juga percaya dengan sosok makhluk gaib bernama Mbah Murdo yang mampu menyampaikan segala hajat. Tetapi, harus melakukan pertapaan di kawasan candi yang paling atas. Entah benar ataukah tidak, semua itu dipercaya dan selalu dilakukan oleh para warga.

pengujung juga dapat mampir ke pemandian air panas tak jauh dari area Candi Gedong Songo.

Pada saat itu Candi yang ditemukan berjumlah 7 bangunan, lalu diberi nama Candi Gedong Pitu kala itu. Dan nama itu digunakan sampai tahun 1908 – 1911. Lalu tak lama kemudian datanglah seorang ilmuan arkeolog yang melanjutkan penelitian selama tiga tahun, dimana berhasil menemukan 2 buah bagunan candi lagi.

Dan pada saat itu juga nama candi itu berubah menjadi Candi Gedong Songo. Adapun candi yang rusak di tata ulang dan di lakukan penyempurnaan oleh pemerintah Indonesia.