JUMLAH |
DEWASA |
ANAK |
| 1 orang | 290.000 | |
| 2 orang | 580.000 |
Di pedalaman barat Banten, Indonesia, Suku Baduy hidup dengan cara yang sangat berbeda dari masyarakat modern. Mereka tinggal di desa terpencil di wilayah Kenekes dan teguh menjaga tradisi leluhur selama berabad-abad.
Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok: Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Dalam hidup paling tradisional dan mengisolasi diri dari pengaruh luar, sedangkan Baduy Luar lebih terbuka namun tetap menjaga adat.
Suku Baduy tinggal di rumah panggung, mengenakan pakaian tradisional dari kain tenun sendiri, dan bergantung pada pertanian serta hasil alam. Mereka hidup tanpa listrik dan teknologi modern, sepenuhnya memanfaatkan sumber daya alam untuk bertahan.
Mereka mempraktikkan agama Sunda Wiwitan. Upacara adat seperti Larung Sesaji dan Seren Taun rutin digelar untuk bersyukur dan menjaga kesuburan tanah.
Meskipun arus modernisasi mulai masuk, Suku Baduy tetap berupaya mempertahankan identitas budaya mereka. Kehidupan sederhana dan harmoni dengan alam menjadi teladan penting bagi generasi sekarang.
Suku Baduy di Kenekes menunjukkan bahwa kesederhanaan dan komitmen pada tradisi dapat bertahan di tengah perubahan zaman.